Inilah 3 Alasan Mengapa Wanita dan Anak Sering Terlibat dalam Aksi Terorisme

- 8 April 2021, 10:39 WIB
Ilustrasi teroris. /Dok. PMJ News.

KABAR BESUKI - Diketahui bahwa, saat ini perempuan dan anak sering menempati posisi sebagai korban dalam paham dan ajaran ekstrem serta aksi teror disertai kekerasan.

Maka dari itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menilai, Penguatan pemahaman lewat kelompok kecil disebut perlu dikuatkan.

Sebenarnya, perempuan dan anak ini berposisi menjadi korban. Dimana ada tiga kemungkinan posisi perempuan dan anak terlibat dalam radikalisme yang berujung pada terorisme.

Baca Juga: Sering ‘Ember’, Waspada Ceritakan Rahasiamu pada 3 Zodiak Ini Karena Mereka Sulit Jaga Rahasia

Baca Juga: Pembebasan Lahan MRT di Koridor Kota-Ancol Barat Membutuhkan Dana Sekitar Rp1,5T

Pertama, Penafsiran budaya dan agama yang keliru setelah mengalami cuci otak sehingga mau menjadi pelaku aksi teror.

Kedua, Posisi perempuan dan anak yang terpaksa harus menjadi pelaku, misal pada anak yang harus mengikuti paham dan ajaran orang tua yang radikal.

Ketiga, Perempuan dan anak yang menjadi korban walaupun enggan menjadi bagian aksi teror.

Dan kemungkinan mereka terpaksa melakukannya karena ada faktor kehilangan pasangan, menjadi sandera, trauma, hingga resiko disabilitas.

Halaman:

Editor: Yayang Hardita

Sumber: Antaranews.com


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X