Gubernur Jatim Ajak Masyarakat Silatuhrahmi Idul Fitri Secara Online

- 22 Mei 2020, 22:39 WIB
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim memberikan paparan terkait perkembangan penanganan virus Covid-19 Provinsi Jatim di gedung Negara Grahadi Surabaya

KABAR BESUKI - Tradisi perayaan Idul Fitri di masa pandemi Covid-19. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat untuk tidak melakukan berupa bersalaman secara langsung.

“Untuk sementara, selama pandemi ini belum berakhir sebaiknya tidak melakukan kontak fisik, berupa jabat tangan maupun “cipika-cipiki”,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jum’at (22/5).

Sebab menurutnya kondisi pandemi ini sangat berbahaya jika ada kerumunan dan kontak fisik. Khofifah juga meminta untuk tidak melakukan tradisi berkunjung ke sanak saudara saat Lebaran.

Baca Juga: Pemkab Banyuwangi Resmi Ubah Jadwal Cuti Bersama Lebaran 2020

Khofifah mengatakan, tali silaturahmi dan saling bermaaf-maafan tetap dapat terjalin ditengah situasi pandemi ini. Sebagai gantinya, lanjut dia, masyarakat bisa melakukannya dengan telepon, whatsapp, sms, video call, dan lain sebagainya.

“Dengan memanfaatkan teknologi silaturahmi bisa tetap erat, silaturahim bisa dilakukan online, tanpa harus ketemu secara fisik,” imbuhnya.

Khofifah menambahkan, dengan melaksanakan ibadah dan menjalin silaturahmi online dari rumah, berarti semua orang telah ikut menjaga orang terdekat dan terkasih agar bisa tetap sehat tanpa beresiko tertular virus.

Khofifah pun berharap masyarakat untuk bisa memahami dan membangun kesadaran masing-masing agar situasi di Provinsi Jawa Timur bisa semakin kondusif dan terkendali.

“Mari kita sambut Idul Fitri dengan semarak dan penuh sukacita, sekalipun situasi Indonesia tengah dirudung keprihatinan akibat darurat Covid-19 ini. Gemakan takbir diseluruh penjuru Jawa Timur, tanpa harus berkeliling dan berkerumun,” pungkasnya.***

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X