Harga Bahan Baku Naik, Tahu dan Tempe Akan Alami Lonjakan Kenaikan Drastis!

- 3 Januari 2021, 08:26 WIB
ilustrasi tempe
ilustrasi tempe /ttk/portal kudus

KABAR BESUKI - Makanan berbahan baku kedelai, tahu dan tempe dikabarkan akan mengalami kenaikan harga di sejumlah pasar di Jabodetabek. Hal terjadi lantaran naiknya harga bahan baku kedelai.
 
Dikabarkan sebelumnya, tahu dan tempe sempat mengalami kelangkaan pada beberapa hari terakhir.
Seperti penuturan Meli, warga Bandung yang merupakan pelanggan Pasar Cihaurgeulis.
 
“Tumben sudah beberapa hari lapak tahu dan tempe tutup, (pedagang tahu) yang lewat depan rumah juga absen,” katanya dikutip dari Pikiran-rakyat.com pada Minggu, 3 Januari 2021.
 
Tahu tempe akan muncul lagi di pasar-pasar tradisional Kota Bandung pada Senin, 4 Januari 2021.
 
Namun, rencananya harganya tidak lagi sama, alias mengalami kenaikan. Sebab seperti diketahui, pengrajin tahu dan tempe mogok produksi karena bahan baku kedelai harganya melonjak.
 
Hal itu seperti dituturkan Ketua Paguyuban Pengrajin Tahu Tempe Kota Bandung Iyus Rustaya Suramiharja.
 
"Besok (Minggu, 3 Januari) sore kita udah produksi lagi untuk dijual Senin. Kita harap tanggal 4 Januari, para pengrajin tahu tempe bisa menaikan harga, supaya tidak mengalami kerugian," kata Iyus saat On Air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Sabtu.
 
Iyus menjelaskan bahwa kenaikan harga tahu tempe tersebut merupakan kesepakatan para pengrajin, dalam rapat di Kantor Kecamatan Babakan Ciparay beberapa waktu lalu.
 
Dalam pertemuan tersebut disepakati juga bahwa pengrajin tahu tempe di Kota Bandung akan mogok produksi dan mogok dagang, 1-3 Januari 2021.
 
Selain itu, Iyus mengatakan harga kedelai mengalami kenaikan secara bertahap dalam dua bulan terakhir.
Saat ini, harga kedelai di pasaran sudah mencapai Rp9.000 per kg.
 
"Naiknya harga kedelai  ini bertahap, dari mulai Rp7.000 sampai Rp9.000 (per kg)," ujar Iyus.
 
Iyus mengaku naiknya harga kedelai ini membuat para pengrajin tahu dan tempe kewalahan setelah sebelumnya terkena dampak Covid-19.
 
Hal tersebut melatarbelakangi aksi mogok oleh para pengrajin.
 
Iyus juga mengaku pihaknya tidak mengetahui penyebab naiknya harga kedelai yang merupakan komoditas impor ini. Ia dan para pengrajin tahu tempe berharap harga kedelai kembali normal.***

Editor: Ayu Nida LF

Sumber: Berbagai Sumber


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X