Dampak Corona 700 Pesawat Milik Lufthansa Di Jerman Tidak Beroperasi

- 28 Maret 2020, 14:47 WIB
/

KABAR BESUKI - Pandemi Corona saat ini memaksa maskapai penerbangan di seluruh dunia untuk melakukan pemotongan drastis. Di Lufthansa, maskapai di Jerman mengkandangkan sekitar 700 pesawat dan hanya 60 pesawat yang beroperasi.

Sulit dibayangkan berapa kerugian yang ditanggung oleh perusahaan maskapai hari ini. Mungkin di negara yang terdampak pedemi Corona juga bakal mengalami kondisi yang sama dengan maskapai Deutsche Lufthansa di Jerman.

Efesiensi perusahaan dengan cara memotong jam kerja sekitar 31 000 karyawanya pun sudah tidak mampu untuk memberikan gaji penuh. Kebijakan lockdown membuat maskapai di Jerman lumpuh akibat virus Corona.

Deutsche Lufthansa, melalui seorang juru bicara mengatakan, bahwa “permintaan untuk pekerjaan jangka pendek dibuat untuk pekerja kabin dan Ground staff hingga 31 Agustus. Untuk karyawan kokpit, “solusinya sedang proses pbahasan”, ungkapnya.

Pekerjaan berdurasi paruh waktu tengah direncanakan untuk setidaknya 31.000 karyawannya.

Lufthansa mencari dukungan pemerintah guna menghadapi situasi krisis keuangan di perusahaan. Upaya mencari dukungan finansial melalui bank penjamin tengaj di upayakan demi kelangsungan usaha jasa penerbangan ini.

CEO Carsten Spohr telah memperingatkan minggu lalu tentang kemungkinan masa depan penerbangan tidak dapat dijamin tanpa bantuan pemerintah.

“Pekerjaan jangka pendek”? Artinya begini. Disini sekarang selama krisis banyak perusahaan yg harus tutup. Otomatis gak ada pendapatan. Jadi perusahaan itu minta bantuan pemerintah untuk membayar karyawan.

Yang pasti mendapat bantuan 60% tanpa anak dan 67% yang punya anak itu dari gaji netto. Nah…sekarang terserah perusahaan itu mau kasih gaji berapa ke karyawannya. Kalau perusahaan itu siap bayar 90% berarti 60%-67% dari pemerintah sisa 30% ditanggung perusahaan maskapai.

Jika kondisi ini tidak segera pulih dari krisis Corona bisa dipastikan maskapai Lufthansa bangkrut.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X