Peneliti Jelajahi Dasar Laut Antartika Terkejut, Ternyata Ini yang Mereka Temukan

- 14 Januari 2022, 13:45 WIB
ilustrasi peneliti temukan ini di dasar laut antartika, jelajahi dasar laut antartika./
ilustrasi peneliti temukan ini di dasar laut antartika, jelajahi dasar laut antartika./ /unsplash/Torsen dederichs/
KABAR BESUKI - Para peneliti baru-baru ini melakukan penelitian dengan menjelajahi dasar laut Antartika.
 
Ilmuwan terkejut karena mereka menemukan hal yang luar biasa. Koloni ikan es yang berkembang pesat ditemukan dengan luas sekitar sepertiga ukuran London.
 
Sekitar 60 juta sarang aktif  ditemukan saat tim ahli biologi mengumpulkan data rutin pada ketinggian 1,5-2,5 meter di atas dasar laut Laut Weddell selatan Antartika.
 
Sebelum penemuan ini, koloni terbesar yang ditemukan hanya berisi 60 sarang.
 
Autun Purser, dari Alfred Wegener Institute for Polar and Marine Research di Jerman mengatakan bahwa selama penyelaman, banyak ditemukan sarang ikan.
 
“Kami berharap melihat dasar laut Antartika yang normal, tapi selama empat jam pertama penyelaman kami, kami tidak melihat apa pun kecuali sarang ikan,” ujarnya, dikutip Kabar Besuki dari Guardian, Jumat, 14 Januari 2022.
 
Ekosistem luar biasa ini ditemukan secara tidak sengaja menggunakan observasi dasar laut dan sistem batimetri, perangkat kamera besar yang ditarik dan mampu merekam foto, video, dan melakukan pengukuran habitat laut dalam.
 
Para peneliti awalnya tertarik pada daerah tersebut karena proses yang disebut upwelling, di mana angin dan arus membawa air dingin ke permukaan, menyebabkan air menjadi 2C lebih hangat daripada daerah sekitarnya.
 
Purser memperkirakan, ikan dapat menggunakan air hangat ini sebagai alat navigasi untuk membantu melacak koloni.
 
“Ketika mereka merasa ingin bereproduksi, mereka mencari air yang lebih hangat ini dan berkembang biak di sana,” ujarnya.
 
Koloni ikan es ini adalah yang terbesar yang ditemukan hingga saat ini, membentang lebih dari 150 mil (240 km) dari dasar laut.
 
Ukuran koloni yang tipis menunjukkan bahwa seluruh ekosistem Laut Weddell dipengaruhi oleh sarang-sarang ini.
 
“Sangat mungkin anjing laut memakan sarang ikan ini,” kata Purser.
 
Purser mengatakan penemuan itu menunjukkan masih ada kesenjangan besar dalam memahami sepenuhnya bagaimana ekosistem laut dalam berfungsi.
 
“Laut dalam bukanlah gurun pasir, mereka benar-benar memiliki kehidupan yang berlimpah,” katanya.
 
“Fakta bahwa ada ekosistem yang begitu besar yang tidak kami ketahui menunjukkan seberapa banyak kemungkinan di luar sana yang masih harus ditemukan,” imbuhnya.
 
Peneliti memasang kamera untuk memantau ekosistem selama dua tahun ke depan, agar mengetahui cara kerjanya dan cara berinteraksi dengan ekosistem lain.
 
Para peneliti berencana untuk kembali ke wilayah tersebut pada April 2022 untuk mensurvei perairan di sekitarnya dan untuk melihat apakah ikan itu berkembang biak lagi di sarang yang sama.***

Editor: Ayu Nida LF

Sumber: Guardian


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network