Prajurit Yontaifib 2 Marinir Latihan Tembak Gunakan Senjata Otomatis untuk Asah Kemampuan Tempur

- 1 Juni 2021, 14:14 WIB
Foto Urban Combat Training, latihan bersama dengan Indobatt, Task Force-Bravo, Nepbatt, Indbatt dan Lebanese Armed Forces (LAF)
Foto Urban Combat Training, latihan bersama dengan Indobatt, Task Force-Bravo, Nepbatt, Indbatt dan Lebanese Armed Forces (LAF) //@puspentn//instagram

KABAR BESUKI - Dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemampuan serta naluri tempur, prajurit Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir (Yontaifib 2 Mar) melaksanakan latihan menembak di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir 5 Baluran, Situbondo.

Diketahui, Prajurit Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir (Yontaifib 2 Mar) tersebut melaksanakan latihan menembak menggunakan senjata otomatis di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir 5 Baluran, Desa Sumberwarung, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, Senin, 31 Mei 2021.

Prajurit Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir latihan menembak otomatis jenis gatling gun ini tidak lain dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemampuan naluri tempur prajurit.

Baca Juga: Ganjar Pronowo: Implementasi Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Jadi Tugas Semua Elemen Masyarakat

Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat) Lettu Marinir Eko, S.S., Putra mengatakan, latihan menembak ini dalam rangka Latihan Satuan Dasar (LSD) II TW.II Aspek Darat TA. 2021.

"Dengan materi latihan menembak dengan senjata mesin otomatis gatling gun dan menembak sniper, yang bertujuan untuk mempertajam dan meningkatkan kemampuan prajurit Taifib 2 Mar dalam menembak sebagai pasukan khusus TNI Angkatan Laut," ujar Eko, yang dikutip Kabar Besuki dari Antara, Selasa, 1 Juni 2021

Sebelum latihan menembak menggunakan senjata otomatis dimulai, Komandan Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir Letkol Marinir Supriyono menekankan kepada seluruh prajurit untuk mengikuti arahan dari para pelatih.

Baca Juga: Pandemi Membuat Pabrik-Pabrik di Sebagian Benua Asia Alami Kelangkaan Bahan Baku

Selain itu, dikarenakan masih dalam pandemi COVID-19, prajurit diminta selalu menjaga protokol kesehatan.

"Agar latihan dapat berjalan dengan  lancar, aman dan dapat mencapai hasil latihan yang maksimal secara efektif, efisien serta mengutamakan faktor keselamatan," ungkapnya.

Perlu diketahui, latihan lain juga rutin dilakukan oleh Prajurit TNI. Kegiatan latihan yang dilaksanakan dengan baik dan mengutamakan keselamatan (zero accident).

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pramono Anung: Pancasila Terbukti Menjadi Penyelesai Persoalan Bangsa

Selain itu, tetap harus meningkatkan kemampuan serta profesionalisme prajurit agar dapat melaksanakan  tugas pokok sebagai pasukan pendarat amfibi Korps Marinir TNI AL.***

Editor: Ayu Nida LF

Sumber: ANTARA


Tags

Terkini