Tercatat Lebih dari 4.500 Kasus COVID-19 di Malaysia, Meningkat Pesat Sejak 24 Jam Terakhir

- 9 Mei 2021, 08:47 WIB
Ilustrasi Covid-19.
Ilustrasi Covid-19. /Pexels/cottonbro

KABAR BESUKI - Malaysia melaporkan sekitar 4.519 kasus COVID-19 baru dalam 24 jam terakhir pada Sabtu, 8 Mei 2021, hari kedua berturut-turut di mana infeksi harian telah melewati angka 4.000. 

Di Selangor, Malaysia tercatat jumlah kasus baru tertinggi dengan 1.722 infeksi, diikuti oleh Kuala Lumpur dengan 557 dan Sarawak dengan 479.

Ini membuat total kumulatif Malaysia menjadi 436.944 kasus, kata direktur jenderal kesehatan Dr. Noor Hisham Abdullah. Dilansir Kabar Besuki melalui laman Channel News Asia.

Baca Juga: Dokter Tirta Soroti Oknum tak Bertanggung Jawab yang Manfaatkan Pandemi: Udahlah Dagang Sepatu Aja

Ada 25 kematian lagi akibat COVID-19, sehingga total kematian menjadi 1.657 kasus.

Dr. Noor Hisham mengatakan peningkatan kasus COVID-19 mengkhawatirkan, menambahkan bahwa kementerian kesehatan khawatir situasi di India dapat terjadi di Malaysia jika tindakan drastis tidak segera diambil.

“Berdasarkan proyeksi nilai Rt 1,1 saat ini, diperkirakan kasus harian akan mencapai 5.000 dalam dua hingga tiga minggu,” katanya mengacu pada angka reproduksi efektif yang menunjukkan seberapa cepat penyakit itu menyebar.

Kementerian kesehatan sedang melihat peningkatan kapasitas rumah sakit untuk menangani kasus COVID-19, tambahnya. 

Baca Juga: Fadli Zon Kritik Pemerintah yang Melarang Mudik Tapi Meloloskan WNA China: Ini Diskriminatif

Di tengah meningkatnya jumlah kasus, Malaysia telah memberlakukan tindakan yang lebih ketat di beberapa bagian negara.

Kuala Lumpur berada di bawah perintah kontrol pergerakan (MCO) dari Jumat lalu hingga 20 Mei 2021. Beberapa distrik di Selangor dan Johor juga telah ditempatkan di bawah pembatasan MCO yang diperbarui.

Namun, tidak ada rencana untuk menerapkan MCO nasional, kata Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob pada hari Sabtu. Pemerintah malah akan melanjutkan dengan pembatasan pergerakan yang ditargetkan.

Baca Juga: Bocoran Ikatan Cinta 9 Mei 2021: Ricky Bersandiwara Pura-pura Meninggal, Takut Ketahuan Aldebaran dan Andin

MCO yang ditargetkan dapat diberlakukan sesuai dengan sistem “identifikasi hotspot untuk keterlibatan dinamis” (HIDE) yang menunjukkan area tertentu dengan wabah COVID-19 yang besar, katanya.

“Jika ada wilayah hotspot, kami akan memberlakukan MCO sesuai dengan daerah yang memiliki kasus KLB banyak, dengan skala terkecil (MCO), yang akan dilaksanakan adalah peningkatan tatanan pengendalian pergerakan (EMCO), tetapi akan tetap dilakukan dengan tepat sasaran,” kata Ismail Sabri.

Baca Juga: Jelang Lebaran Larangan Mudik Berlaku, Tingkat Penyebaran Covid-19 Masih Tetap Tinggi

“Namun, berbagai kemungkinan bisa terjadi karena menurut data Kementerian Kesehatan jika tidak ada intervensi dari pemerintah, kasus bisa mencapai lebih dari 5.000 setelah Idul Fitri dan bisa meningkat menjadi 10.000 kasus pada Juli dan Agustus,” tambahnya.***

Editor: Ayu Nida LF

Sumber: CNA


Tags

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x