Starbucks di Singapura Lakukan Pelanggaran Data dengan Libatkan Informasi Pribadi

- 17 September 2022, 11:06 WIB
Ilustrasi Starbuck di Singapura Lakukan Pelanggaran Data dengan Libatkan Informasi Pribadi.
Ilustrasi Starbuck di Singapura Lakukan Pelanggaran Data dengan Libatkan Informasi Pribadi. /UNSPLASH/@angiereyes22

KABAR BESUKI - Starbucks di Singapura terkena pelanggaran data karena melibatkan informasi pribadi, hal itu mereka lakukan untuk program keanggotaan Starbucks Rewards.

Jumat, 16 September 2022 pelanggaran data yang dilakukan Starbuck Singapura adalah meminta informasi pribadi berupa nama, jenis kelamin, tanggal lahir, no ponsel, alamat email, dan alamat tinggal.

Dalam email yang dikirim ke pelanggan, Starbucks Singapura mengatakan bahwa mereka menemukan beberapa akses yang tidak sah kepada informasi pribadi para pelanggan mereka.

Baca Juga: Update Harga Pangan Sabtu 17 September 2022: Harga Cabai Rawit Merah Masih di Angka Rp75 Ribu

Starbucks Singapura juga mengatakan bahwa, pihak mereka tidak menyimpan informasi penting berupa kartu kredit dan tidak akan ada data informasi pribadi para pelanggan yang akan terpengaruh.

"Karena Starbucks Singapura tidak menyimpan informasi kartu kredit sesuai dengan praktik data keamanan kami, harap yakinlah bahwa tidak ada detail kartu kredit pelanggan yang akan terpengaruh," tambahnya.

Pihak Starbucks Singapura juga menerapkan langkah-langkah tambahan untuk melindungi informasi pelanggan, dan untuk nilai, penghargaan, dan kredit keanggotaan Starbucks Rewards pengguna tetap utuh.

Meskipun password tidak berpengaruh, Starbucks Singapura menyarankan pelanggan untuk segera mengatur ulang kata sandi, sebagaimana dilansir Kabar Besuki dari CNA News.

"Kami ingin menegaskan bahwa Starbucks tidak akan meminta informasi pribadi atau keanggotaan apa pun, kami juga tidak akan mengirimkan tautan URL apa pun untuk permintaan semacam itu. Harap tetap waspada dan jangan membagikan detail jika Anda menerima pemberitahuan semacam itu," kata perusahaan itu.

Baca Juga: Scan Review Black Clover 338: Pertemuan Asta dengan Adik Yami Sukehiro di Negeri Matahari

Seorang juru bicara Komisi Perlindungan Data Pribadi (PDPC) mengatakan telah diberitahu tentang insiden tersebut.

"Kami sedang menyelidiki dan telah menghubungi Starbucks untuk informasi lebih lanjut," tambahnya.***

Editor: Ayu Nida LF


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah