DKI Jakarta Jadi Provinsi Paling Demokratis di Indonesia oleh BPS, Refly Harun Jelaskan Penyebabnya

4 September 2021, 16:16 WIB
DKI Jakarta Jadi Provinsi Paling Demokratis di Indonesia oleh BPS, Refly Harun Jelaskan Penyebabnya /Ilustrasi/Muhammad Rizqi/PIXABAY/shambuimaji

KABAR BESUKI - DKI Jakarta resmi dinobatkan jadi provinsi paling demokratis di Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk kesekian kalinya sejak dipimpin oleh Gubernur Anies Baswedan.

Pakar hukum tata negara Refly Harun jelaskan penyebab DKI Jakarta hingga dinobatkan jadi provinsi paling demokratis di Indonesia oleh BPS.

Refly Harun kemudian mengeluarkan pertanyaan sindiran kepada pihak-pihak yang tak suka dengan Anies Baswedan, untuk menegaskan bahwa Anies Baswedan selama ini selalu dicurigai merupakan tokoh yang berada di golongan ekstrim kanan oleh pihak-pihak yang tidak menyukainya, khususnya buzzer pendukung Presiden Jokowi.

"Apakah BPS-nya kadrun? Atau disusupi Taliban atau radikal? Pokoknya yang berbau Anies Baswedan selalu dicurigai sebagai ekstrim kanan," kata Refly Harun sebagaimana dikutip Kabar Besuki dari kanal YouTube Refly Harun pada Sabtu, 4 September 2021.

Baca Juga: Anies Baswedan Disebut Berpotensi Usik Kemapanan Oligarki Istana, Begini Penjelasan Refly Harun

Refly Harun menyebut, fenomena Anies Baswedan yang terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 merupakan fenomena yang unik.

Karena Anies Baswedan selalu dikaitkan dengan kelompok Islam khususnya PA 212, pihak lawan politiknya selalu melakukan upaya untuk mendelegitimasi mantan rektor Universitas Paramadina itu dari panggung politik Indonesia, khususnya dalam bursa Capres 2024.

"Apa kabar mereka yang tidak suka dengan Anies Baswedan? Karena memang fenomena Anies ini adalah fenomena yang aneh, selalu dihadap-hadapkan dengan Islam. Dan memang sepertinya begitu, ada upaya untuk terus mendelegitimasinya dan menyingkirkannya," ujarnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Menerima Anugerah Penghargaan dari LPSK: Pemerintah harus Melindungi Mereka yang Lemah

Refly Harun mengatakan bahwa Anies Baswedan sebagai salah satu tokoh pejabat publik memiliki kelebihan, prestasi, sekaligus kelemahan.

Refly Harun mengatakan agar publik menilai Anies Baswedan secara objektif, sebagaimana publik menilai Presiden Jokowi.

"Tetapi yang namanya pejabat publik tentu ada achievement-nya, ada prestasinya, tentu ada lack point-nya, ada hal-hal yang barangkali tidak dicapai. Mari kita objektif apa yang baik di Anies, apa yang buruk di Anies sama seperti apa yang baik di Jokowi dan apa yang buruk di Jokowi," katanya.

Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan Dinilai Belum Mampu Tertandingi untuk Pilpres 2024, Begini Kata Rocky Gerung

Refly Harun mengatakan, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies Baswedan memiliki komitmen terhadap demokrasi yang tak diragukan lagi.

"Kalau kita bicara tentang komitmen demokrasi bagi saya ini adalah hal yang menggembirakan. Kenapa? Karena pemimpin di negara ini kalau bisa menjaga komitmen demokrasi itu hal yang baik sekali, termasuk Gubernur DKI Anies Baswedan," ujar dia.

Refly Harun juga menilai, Anies Baswedan tak pernah mempermasalahkan kritik yang ditujukan kepada dirinya, bahkan sekalipun menjurus ke arah penghinaan pribadinya.

Hal itulah yang menurut dia membuat publik merasa bebas untuk memberikan kritik terhadap Anies Baswedan sebagai salah satu hak masyarakat dalam berdemokrasi.

"Sependek pengetahuan saya, Anies Baswedan adalah gubernur yang tidak pernah mempermasalahkan kritik terhadapnya, apalagi memperkarakannya ke ranah kepolisian. Itu yang membuat kemudian orang merasa bebas untuk mengkritik Anies Baswedan, termasuk juga kritik yang mengarah kepada soal-soal penghinaan terhadap pribadi," tuturnya.***

Editor: Rizqi Arie Harnoko

Sumber: YouTube Refly Harun

Tags

Terkini

Terpopuler