Orang yang Kurang Gerak atau “Mager” Lebih Berisiko Meninggal Akibat Covid-19, Menurut Sebuah Studi

- 16 April 2021, 14:05 WIB
Olahraga
Olahraga /Pexel

Baca Juga: Presiden Indonesia Ir. H. Joko Widodo Apresiasi Penerapan Protokol Kesehatan di Piala Menpora 2021

Dalam penelitian tersebut, peneliti memeriksa lebih dari 48 ribu orang yang telah terinfeksi Covid diantara Januari hingga Oktober 2020.

Usia rata-rata partisipan adalah 47 tahun, dan sekitar 60 persen diantaranya adalah perempuan. Selain itu partisipan adalah pasien dengan indeks massa tubuh yang cukup tinggi, dimana menandakan jika pasien dikategorikan sebagai obesitas.

Sekitar setengah dari partisipan tidak memiliki kondisi medis bawaan seperti diabetes, kanker, penyakit jantung atau paru-paru. Kemudian 20 persen memiliki satu kondisi penyakit bawaan, dan 30 persen lainnya memiliki penyakit bawaan lain.

Peneliti juga memperoleh data tentang aktivitas fisik mereka selama tiga tahun, yang diperoleh dari Maret 2018 hingga Maret 2020. 

Hasilnya, orang yang kurang gerak atau 'tidak aktif' yang berolahraga kurang dari 10 menit per minggunya, lebih berisiko dirawat di rumah sakit akibat Covid-19. 

Selain itu juga orang yang kurang aktif 73 persen lebih membutuhkan perawatan intensif ketika ia terinfeksi Covid-19. Dan lebih buruknya 2,5 kali berisiko meninggal dunia akibat infeksi Covid-19.

Baca Juga: Nama Bayi Laki-laki dan Perempuan Lahir di Bulan Ramadhan, Penuh Makna Indah

Baca Juga: Segar dan Disukai Semua Kalangan, Resep Es Blewah Sirup Cocopandan Ini Cocok Jadi Teman Berbuka Puasa

Disamping itu, kebiasaan jarang gerak ini ditemukan sebagian besar pada usia tua dan orang-orang yang pernah operasi transplantasi organ. Orang-orang ini adalah yang termasuk paling berisiko terkena gejala Covid-19 yang parah.

Halaman:

Editor: Yayang Hardita

Sumber: Mashable


Tags

Terkini

x