Sindir Kelompok 'Cipayung Plus', Rocky Gerung dan Sejumlah BEM Kompak Sebut Mereka Mahasiswa 'Abal-abal'

25 Maret 2022, 14:00 WIB
Sindir Kelompok 'Cipayung Plus', Rocky Gerung dan Sejumlah BEM Kompak Sebut Mereka Mahasiswa 'Abal-abal'. /Dok. Sekretariat Presiden/

KABAR BESUKI - Pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung baru-baru ini membeberkan hasil diskusinya dengan sejumlah pengurus BEM di berbagai wilayah se-Indonesia mengenai kelompok 'Cipayung Plus'.

Rocky Gerung dan sejumlah BEM kompak menyebut kelompok 'Cipayung Plus' yang hadir ke Istana Negara sebagai mahasiswa 'abal-abal'.

Rocky Gerung mengaku setuju dengan pernyataan sejumlah pengurus BEM di berbagai wilayah yang mempertanyakan orisinalitas mahasiswa kelompok 'Cipayung Plus' ketika berkunjung ke Istana Negara dan bertemu Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

"Kemarin saya diskusi dengan beberapa BEM di beberapa ibu kota tuh dan menganggap bahwa 'Ya yang kemarin itu, kalo mahasiswa pakai jaket mahasiswa dong, masak pakai batik?', biasanya calo tuh kalo pakai batik," kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip Kabar Besuki dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Jumat, 25 Maret 2022.

Baca Juga: Sindir Mahasiswa 'Cipayung Plus', Rocky Gerung Bela Fatia dan Haris Azhar yang Konsisten Lawan Kekuasaan

Rocky Gerung sepakat dengan sejumlah pengurus BEM bahwa sebaiknya mahasiswa mengenakan identitasnya berupa jaket almamater atau organisasi kemahasiswaan saat bertemu dengan pejabat publik, termasuk presiden.

Mantan pengajar sekaligus alumni Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan, BEM kerap mencurigai mahasiswa yang menemui presiden dengan mengenakan batik merupakan mahasiswa yang membawa 'amplop' sepulang dari Istana Negara.

"Identitas mahasiswa adalah jaket mahasiswa atau atribut organisasi mahasiswa. Jadi kalau datang ke situ pakai batik biasanya pulang bawa amplop, begitu cara berpikir mahasiswa sekarang tuh," ujarnya.

Baca Juga: Mahasiswa 'Cipayung Plus' Puji Jokowi Saat Bertemu Hingga Dukung IKN, Rocky Gerung: Moralitas Udah Runtuh

Lebih lanjut, Rocky Gerung menceritakan sejarah lahirnya kelompok mahasiswa 'Cipayung Plus' yang kerap dimanfaatkan rezim Orde Baru untuk mendukung segala bentuk kebijakan pemerintah yang berkuasa pada saat itu.

Filsuf asal Manado itu juga menjelaskan, kelompok 'Cipayung Plus' beberapa waktu kemudian juga berevolusi sebagai sarana kaderisasi calon pejabat publik, termasuk untuk menjadi anggota DPR RI.

"Kita tahu, Cipayung itu kan kelompok di zaman Orde Baru yang dipakai oleh kekuasaan untuk mengorganisir dan memanfaatkan kekuatan pemuda untuk mendukung pemerintah, tapi kemudian berevolusi jadi tempat pengkaderan anggota DPR segala macam tuh," katanya.

Meski demikian, dia juga mengingatkan agar mahasiswa kelompok 'Cipayung Plus' tak lupa dengan jati diri mereka sebagai oposisi sejati.

"Tapi tetap, kita mau lihat bahwa kalau kita sebut kelompok Cipayung dengan referensi historis, harusnya dia betul-betul menumbuhkan diri sebagai identitas mahasiswa kan? Kalau mahasiswa ya nggak ada yang muji-muji kekuasaan," ujar dia.

Baca Juga: Fadli Zon Sebut Ada Diskriminasi terhadap Aksi Aliansi Mahasiswa Papua dan Reuni 212 di Patung Kuda

Rocky Gerung kembali menegaskan pernyataan sejumlah pengurus BEM yang menilai kelompok 'Cipayung Plus' tidak mencerminkan jati diri mahasiswa yang sesungguhnya.

Dia setuju dengan pendapat sejumlah pengurus BEM yang menyebut kelompok 'Cipayung Plus' sebagai mahasiswa 'abal-abal' karena hanya merupakan perpanjangan tangan Istana, hingga ada di antara mereka yang menerima 'amplop' dari kekuasaan.

"Mahasiswa BEM atau mahasiswa-mahasiswa aktif itu menganggap bukan mahasiswa sebetulnya mereka tuh (kelompok Cipayung Plus) yang pergi ke Istana," tuturnya.***

Editor: Rizqi Arie Harnoko

Sumber: YouTube Rocky Gerung Official

Tags

Terkini

Terpopuler