Kiat Sukses Berbisnis Jamu, Simak Tips dari Ahlinya Berikut!

- 24 April 2021, 13:04 WIB
Ilustrasi potret rempah-rempah
Ilustrasi potret rempah-rempah /A Fauzi/babawawa/pixabay.com

KABAR BESUKI - Setiap manusia dilahirkan dengan cara dan pemikiran yang berbeda. Hal itu tentunya juga berpengaruh terhadap masa depannya. Salah satunya seperti dalam hal bisnis.

Retno Hemawati, wanita pegiat UMKM bidang jamu kekinian asal Wonosobo yang berdomisili di Jakarta di bawah label "Sejiwa" salah satunya. Retno memulai usaha sejak tahun 2018 lalu itu, saat ini sudah bisa memasarkan produknya hingga Yogyakarta dan Semarang, memanfaatkan layanan pesan antar yang menawarkan jasa sehari sampai tujuan.

Sekalipun dalam di masa pandemi COVID-19, Retno tak kehilangan pembeli produk jamunya. Adapun beberapa jamu yang ia jual seperti kunyit asem, gula asem, sambiloto, bunga telang nipis, jahe wangi, rosella, jus kacang ijom nipis madu, kejem (kencur, jahe, madu dan jeruk nipis) hingga mpon-mpon.

Baca Juga: Sebanyak 1.656 Pasien Covid-19 Masih Menjalani Rawat Inap di Wisma Atlet

"Sebenarnya dibilang sukses itu belum ya, tapi bagi saya, makna sukses itu kalau kita bisa belajar banyak tentang bisnis ini, bisa memperluas jejaring termasuk memperluas pasar. Kemudian hal lain, berbisnis itu melatih kesabaran, melayani orang lain dengan kasih, menahan emosi, dan banyak hal lain, itu yang kemudian jadi lifestyke pebisnis. Jadi saya pikir orang berbisnis itu tidak ada ukuran sukses karena harapannya terus berkembang," kata kata Retno dilansir dari situs Antara pada hari ini Sabtu 24 April 2021.

Retno lalu mengungkapkan tips bergelut di bidang jejamuan yang punya cita rasa manis tanpa gula sekaligus wangi dan digemari kalangan berusia 20-40 tahun, mulai dari latar belakang mahasiswa hingga para pekerja termasuk awak media. Tak hanya jamu, dia juga belakangan mulai menjajaki kuliner khas Jawa seperti Brongkos Yogyakarta, Rawon Setan Surabaya dan Babat Gongso Mercon ala Semarang.

Pertama, mengetahui dan pahami kekuatan. Retno menyoroti pentingnya skill, ketersediaan waktu dan jejaring dalam hal ini.

Setelah itu, mulai melakukan bisnis. Khusus untuk Anda yang tidak punya modal besar dan berniat menjalankan usaha dalam skala rumahan, mulailah dari apa yang ada.

Baca Juga: Hiu Paus Berbobot 2 Ton Terdampar Mati Kehabisan Oksigen di Pantai Bayeman Tulungagung, Akhirnya Dikubur

"Misalnya Sejiwa ini membuat makanan dan jamu, itu modal awal, dasarnya kan sudah ada di dapur. Barang yang belum ada misalnya untuk pengemasan, label, ya itu wajarlah," jelas Retno.

Ketiga, sebaiknya jangan berpikir apabila bisnis harus memulai dari modal besar. Menurut Retno, lebih baik Anda mulai dari modal kecil dan risiko kecil.

"Jangan berpikir saat awal, harus sewa kios di pinggir jalan, harus bayar pegawai, harus mendekorasi tempat, harus menyiapkan meja kursi. Ini yang bikin berat, mungkin Rp20 juta saja tidak cukup," tutur Retno.

Berikutnya, dari sisi produk, Anda harus konsisten. Khusus untuk kuliner, ini berarti konsisten dari sisi rasa, ukuran kecuali ada penyesuaian harga. Penyesuaian harga-pun bisa dilakukan dengan dua cara yakni menaikkan harga barang atau menyajikan dengan ukuran yang lebih kecil, tapi harga tetap.

Baca Juga: Kebiasaan Sering Mendadak Terbangun Saat Tidur akan Menyebabkan Hal yang Mengerikan Termasuk Kematian

Selain itu, beri juga kesempatan pelanggan untuk meminta kekhususan misalnya, perlu menambah ini atau itu dengan biaya tambahan atau perlu dikurangi ini atau itu, sehingga perlu dibuatkan khusus.

Contoh lainnya, kini banyak orang yang menggemari cara hidup sehat sehingga Anda bisa mengurangi gula, garam, msg, termasuk tidak menggunakan kemasan plastik berlebihan.

Langkah selanjutnya, rajin membuat status di berbagai media sosial termasuk di aplikasi pesan instan WhatsApp, media sosial misalnya Instagram dan dan media sosial lainnya. Retno mengatakan, tak apa bila orang atau rekan Anda sebatas melihat tanpa membeli, namun setidaknya mereka tahu bisnis Anda ada dan berjalan. Suatu saat tak menutup kemungkinan mereka akan beli.

Baca Juga: Update Terkini Pencarian KRI Nanggala-402, 72 Jam Waktu Habis, Kapal Dirancang untuk Tidak Terdeteksi

Tips selanjutnya, buatlah templates untuk beragam format sebagai salah satu upaya pemasaran produk Anda. Buatlah format pemesanan yang disertai data lengka, format price list, informasi nomor rekening agar kerja semakin efisien.

Anda juga bisa memberi sentuhan personal. Saat Anda mengirimkan pesanan, cobalah memberikan note kecil, perhatian kecil dan ucapan terima kasih yang ditulis tangan.

"Jarang kan sekarang yang masih mau nulis tangan? Semua orang suka diperlakukan istimewa, itu kuncinya," kata Retno.

Hal penting lainnya, membagi waktu. Anda mungkin merasa bisnis berjalan lancar namun menghabiskan waktu. Anda bisa mendelegasikan tugas pada orang lain yang bisa mengerjakannya.

Baca Juga: Update Terkini Pencarian KRI Nanggala-402, 72 Jam Waktu Habis, Kapal Dirancang untuk Tidak Terdeteksi

"Kita bisa membayar upahnya per part bukan kita bayar bulanan. Misalnya kerja selama dua jam, maka akan dibayar senilai X. Ini menyenangkan karena kita bisa mengerjakan hal lain, sementara bisnis juga berjalan," tutur Retno.

Kemudian, saat Anda sudah bisa mengukur kekuatan, beranilah buka pre order, bukan ready stock, untuk produk promosional baru lainnya lalu. batasi. Misalnya hanya sekian beberapa hari di di hari tertentu. Menurut Retno, cara ini sekaligus menjadi sarana tes pasar.

Terakhir, gunakan aplikasi-aplikasi bantuan yang banyak ditemukan di internet. Untuk membuat promo eflyer, Anda bisa menggunakan aplikasi desain gratis, untuk pembukuan juga ada, bahkan untuk jualan dengan aplikasi gratis pun banyak.

"Jadi kita bikin yang pasti kita suka dan tahu gimana mengolahnya, kemudian pengalaman rasanya juga ada, benchmark-nya sudah ada," pesan dari Retno.***

Editor: Yayang Hardita

Sumber: antaranews.com


Tags

Terkini