Tanggapi Serangan ke Palestina, Biden Sebut Israel Punya Hak Membela Diri

- 13 Mei 2021, 15:14 WIB
Joe Biden
Joe Biden /REUTERS/Leah Millis

KABAR BESUKI – Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan pada Rabu malam bahwa Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri di tengah rentetan roket yang ditembakkan oleh Hamas dan kelompok Palestina lainnya dari Gaza sebagai pembalasan atas agresi Israel baru-baru ini yang menyebabkan sejumlah warga sipil, termasuk anak-anak, tewas.

Biden juga mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah pecahnya kekerasan selama berhari-hari yang telah menewaskan puluhan orang.

“Ekspektasi dan harapan saya, ini akan berakhir lebih cepat", katanya, dikutip Kabar Besuki dari laman Daily Sabah.

Baca Juga: Puluhan Pasien COVID-19 di Surabaya Ini Laksanakan Sholat Idul Fitri di Halaman Rumah Sakit

Ia mengungkapkan bahwa Israel berhak untuk mempertahankan diri jika wilayahnya sedang diserang.

"Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri ketika Anda memiliki ribuan roket yang terbang ke wilayah Anda," mengabaikan fakta bahwa agresi Israel telah menargetkan warga sipil tanpa pandang bulu selama beberapa hari terakhir.

Kabar terakhir, korban tewas dari serangan udara Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza yang diblokade telah meningkat menjadi 60, termasuk 14 anak-anak.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pada Rabu di tengah eskalasi yang dipicu oleh kerusuhan kekerasan di titik nyala kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem. Sebuah pernyataan kementerian mengatakan bahwa tiga wanita termasuk di antara korban di Gaza, yang dikendalikan oleh Hamas, sementara 305 lainnya terluka.

Baca Juga: Mengingat Mimpi Ternyata dapat Bantu Atasi Stres dan Jadi Sumber Inspirasi, Berikut Caranya

Hamas pada Rabu mengkonfirmasi bahwa beberapa komandan utamanya tewas dalam serangan Israel, termasuk kepala militernya di Kota Gaza, Bassem Issa. Badan keamanan internal Israel, Shin Bet, juga mengidentifikasi empat tokoh penting Hamas lainnya yang dikatakan tewas.

Dua wanita Israel juga terbunuh oleh roket yang ditembakkan dari Gaza sebagai tanggapan atas agresi Israel baru-baru ini di kota pesisir Ashkelon, tepat di utara Gaza. Pusat medis Barzilai setempat mengatakan saat ini sedang merawat 70 orang yang terluka.

Brigade Qassem Hamas telah bersumpah untuk mengubah kota menjadi ‘neraka’ dan menghujani tembakan yang intens.

Mereka juga mengklaim telah menembakkan 137 roket ke arah Ashkelon dan Ashdod di dekatnya hanya dalam waktu lima menit. Ledakan keras kembali mengguncang kota itu pada Selasa, di mana sebuah roket telah merobek lubang menganga ke sisi blok apartemen.

Baca Juga: Kenali Gejala Pembekuan Darah dan Cara Mengatasinya, Penting Bagi yang Sudah Divaksin

Juru bicara militer Israel Jonathan Conricus mengatakan lebih dari 90% roket dari Gaza baru-baru ini dilaporkan dicegat oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome.

Jet tempur Israel dan helikopter tempur telah melakukan lebih dari 130 serangan. Pejabat Israel mengatakan mereka telah membunuh 15 komandan Hamas, sementara kelompok Jihad Islam Palestina mengkonfirmasi dua tokoh seniornya juga tewas.

 Ketegangan di Yerusalem telah berkobar menjadi gangguan terburuk di kota itu sejak 2017. Sejak saat itu, kompleks Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki oleh Israel telah menyebabkan lebih dari 700 warga Palestina terluka. Hal ini tentu menarik seruan internasional untuk bertindak dan melakukan teguran tajam dari seluruh umat muslim di dunia.

Baca Juga: Begini Cara Mandi yang Benar Agar Tubuh Benar-Benar Bersih, Bagian Tubuh Ini Jangan Pakai Sabun

Hamas pada Senin memperingatkan Israel untuk menarik semua pasukannya dari kompleks masjid dan distrik Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur, di mana pengusiran paksa yang membayangi keluarga Palestina telah memicu protes yang marah.***

Editor: Yayang Hardita

Sumber: Daily Sabah


Tags

Terkini