PDIP Klaim Jokowi Sebagai Presiden Pemberi Harapan, Rocky Gerung Sindir dengan Jawaban Menohok Ini

23 Oktober 2021, 13:20 WIB
PDIP Klaim Jokowi Sebagai Presiden Pemberi Harapan, Rocky Gerung Sindir dengan Jawaban Menohok Ini /Sekretariat Kabinet/Twitter.com/@setkabgoid

KABAR BESUKI - Pengamat politik Rocky Gerung sindir PDIP yang mengklaim Jokowi sebagai presiden pemberi harapan dengan sebuah jawaban menohok.

Rocky Gerung menyebut bahwa orang telah mengetahui bahwa Jokowi merupakan presiden yang tak lagi bisa diharapkan atau disebut juga dengan pemberi harapan palsu.

"Di ujungnya orang tahu bahwa Jokowi sudah dipastikan sebagai hopeless, no hope. Bahkan seluruh parameter ekonomi dunia itu menunjukkan hal yang seharusnya diperhatikan oleh PDIP," kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip Kabar Besuki dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Sabtu, 23 Oktober 2021.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Cetak Rekor Juara Dunia Hapus Konten Terbanyak di YouTube, Rocky Gerung Bilang Begini

Rocky Gerung mempertanyakan alasan PDIP yang mengklaim Jokowi sebagai presiden pemberi harapan bagi rakyat, padahal di sisi lain Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dia mengatakan bahwa PDIP seolah tak memahami bahwa ekonomi Indonesia sedang tak bertumbuh, bahkan seluruh perencanaan infrastruktur yang dicanangkan Jokowi sangat potensial untuk bubar di tengah jalan.

"PDIP ini kan partai yang ada lembaga risetnya tuh, masak nggak paham data makro yang paling standar bahwa ekonomi tidak bertumbuh, seluruh perencanaan infrastruktur potensial untuk bubar di tengah jalan, kan itu intinya kan?," ujarnya.

Baca Juga: Jokowi Dinilai Gagal Wujudkan Janji Pertumbuhan Ekonomi, Faisal Basri Sebut Adanya Kesalahan Diagnosis

Rocky Gerung kemudian menyarankan agar PDIP mendengarkan saran dari dua ekonom senior yaitu Faisal Basri dan Awalil Rizky.

Menurutnya, kedua ekonom tersebut merupakan analis yang terbilang sangat dekat dengan Jokowi.

"Jadi denger aja dua analis yang masih berbaik hati pada rezim Jokowi yaitu Faisal Basri dan Awalil," katanya.

Baca Juga: Kritik Pedas Soal Ekspor Nikel, Faisal Basri: Hanya di Era Jokowi Indonesia Jadi Budak China

Rocky Gerung menegaskan bahwa fasilitas yang disediakan oleh media sosial sangat memungkinkan untuk melakukan percakapan hingga level mendasar.

Dia juga mengatakan, pemerintah kerap menggunakan judul clickbait sebagai etalase untuk mencuri perhatian publik ketika membuat konten di kanal YouTube resmi yang mereka kelola, namun banyak publik justru menganggap judul tersebut hanyalah 'dagelan' belaka.

"Jadi fasilitas yang disediakan oleh media sosial memungkinkan percakapan sampai ke tingkat yang paling mendasar. Tentu judulnya itu adalah etalase untuk memikat konsumen tuh. Tapi banyak konsumen yang anggep 'Yah lucu-lucuan aja tuh judulnya yang dipakai pemerintah'," ujar dia.

Baca Juga: 'Borok' Jokowi Selama Jadi Presiden Dikuliti dan Diumbar, Mardani Ali Tidak Senang dengan Kinerja Jokowi

Rocky Gerung menegaskan bahwa di era yang serba digital ini, pemerintah tak akan mungkin lagi menutupi segala kecatatan dengan cara yang dilakukan selama ini.

Dia mengatakan, upaya pemerintah memamerkan keberhasilan 'palsu' dan menutupi kenyataan justru tak akan efektif karena dunia akan terus menyorot.

"Jadi sekali lagi, di dalam dunia yang sudah terbuka sampai ke urusan dapur pemerintah nggak mungkin lagi menutup-nutupi keadaan hanya dengan memamerkan keberhasilan yang palsu dan meminta keberhasilan yang nyata justru dihapus," tuturnya.***

Editor: Rizqi Arie Harnoko

Sumber: YouTube Rocky Gerung Official

Tags

Terkini

Terpopuler