MUI Mengecam dan Menyebut Biadab Tindakan Israel yang Menyerang Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

- 8 Mei 2021, 23:57 WIB
Seorang polisi Israel memberi isyarat ketika orang lain mengarahkan senjata mereka selama bentrokan dengan warga Palestina di kompleks yang menampung Masjid Al-Aqsa, yang dikenal oleh Muslim sebagai Tempat Suci dan bagi orang Yahudi sebagai Temple Mount, di tengah ketegangan atas kemungkinan penggusuran beberapa keluarga Palestina dari rumah di tanah yang diklaim oleh pemukim Yahudi di lingkungan Sheikh Jarrah, di Kota Tua Yerusalem, 7 Mei 2021
Seorang polisi Israel memberi isyarat ketika orang lain mengarahkan senjata mereka selama bentrokan dengan warga Palestina di kompleks yang menampung Masjid Al-Aqsa, yang dikenal oleh Muslim sebagai Tempat Suci dan bagi orang Yahudi sebagai Temple Mount, di tengah ketegangan atas kemungkinan penggusuran beberapa keluarga Palestina dari rumah di tanah yang diklaim oleh pemukim Yahudi di lingkungan Sheikh Jarrah, di Kota Tua Yerusalem, 7 Mei 2021 /Ammar Awad/REUTERS

KABAR BESUKI – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam dan menyebut biadab atas tindakan Israel yang diketahui menyerang warga Palestina di Masjid Al-Aqsa pada Jumat 7 Mei 2021.

"MUI mengecam keras tindakan tindakan brutal ini. Sudah waktunya negara-negara besar seperti Amerika untuk segera mengambil inisiatif mengingatkan dengan keras Israel untuk menghentikan tindakan tindakan biadab,” ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim.

Sudarnoto juga mengkaitkan Presiden Joe Biden untuk menekan Israel melalui kekuatan dari pemerintahan Amerika Serikat.

Baca Juga: Setelah Joe Biden, Kini Indonesia Menyetujui dan Dukung Penghapusan Hak Paten Vaksin Covid-19

“Di bawah kepemimpinan Joe Biden, Amerika berpeluang besar untuk menekan Israel. Ini kesempatan Amerika," lanjutnya.

Tidak hanya itu, MUI menyerukan kepada seluruh negara untuk memberikan penekanan terhadap Israel agar dijatuhi sanksi internasional setelah menyerang warga Palestina di Masjid Al-Aqsa.

"Langkah empati dan konstruktif ini juga bisa dilakukan oleh negara negara Uni Eropa dan lain lain. Secara bersama-sama negara negara ini bisa melakukan tekanan internasional terhadap Israel melalui PBB. Jika diperlukan, Israel diberi sanksi internasional," katanya.

Baca Juga: Polisi Israel Tembakkan Peluru Karet ke Arah Pemuda Palestina Saat Berunjuk Rasa di Masjid Al-Aqsa

Polisi Israel pada Jumat 7 Mei 2021, melepaskan tembakan peluru karet dan granat kejut ke pemuda Palestina di Masjid Al-Aqsa Yerusalem di tengah kemarahan yang meningkat atas potensi penggusuran warga Palestina dari tanah yang diklaim para pemukim Yahudi.

Dilansir Kabar Besuki dari Antara, sedikitnya 205 warga Palestina dan 17 petugas terluka dalam bentrokan malam hari di situs paling suci ketiga Islam dan di sekitar Yerusalem Timur, kata petugas medis Palestina dan polisi Israel.

Ribuan warga Palestina berhadapan dengan beberapa ratus polisi Israel dalam perlengkapan anti huru hara.

Baca Juga: Puluhan Orang Tewas Terinjak-injak dalam Acara Keagamaan Yahudi di Israel yang Dihadiri Puluhan Ribu Jemaat

Ketegangan telah meningkat di Yerusalem dan Tepi Barat yang diduduki selama bulan suci Ramadhan.

Bentrokan terjadi setiap malam di Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur, kawasan tempat banyak keluarga Palestina menghadapi penggusuran dalam kasus hukum yang sudah berjalan lama.

Ia mengatakan peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh militer dan ekstremis kanan Yahudi terhadap warga Palestina yang melaksanakan ibadah di Masjid Al-Aqsha adalah tindakan biadab.

Baca Juga: Berikut Beberapa Penyakit yang Datang Setelah Puasa Ramadhan Berakhir, Apakah Anda Pernah Mengalami?

Penyerangan ini membuktikan dengan kasat mata bahwa otoritas Isreal memang tidak akan pernah menghentikan spirit imperialis dan kolonialismenya.

Ia juga mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk segera mengambil langkah responsif dan melakukan konsolidasi secara efektif, menghentikan pertentangan dan membangun perdamaian sejati.

"Persatuan negara-negara anggota OKI sangat penting," katanya.***

Editor: Prasetyo Bagus Pramono

Sumber: ANTARA


Tags

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah